Masyarakat kita terbagi dua dalam memahami tahlil. Sebagian memahami tahlil sebagai zikir kepada Allah SWT untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan membaca lafaz “La ilaha illallah” (Tiada Tuhan selain Allah SWT) dan semacamnya tanpa mengaitkan dengan orang yang sudah meninggal dunia.
Sebagian lagi memahami tahlil sebagai rangkaian zikir dan doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT untuk orang yang sudah meninggal. Dalam rangkaian zikir dan doa ini terdapat ayat-ayat Al-Qur’an. Ayat-ayat inilah yang dibahas dalam buku ini agar kita tidak hanya membacanya, tetapi juga memahami maknanya.
Kedua pengertian itu tidak perlu dipertentangkan, karena menurut pengalaman penulis yang sering membaca tahlil, keduanya merupakan zikir untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendatangkan ketenangan jiwa yang mantap sekali. Inilah nikmatnya tahlil.