Iman sebenarnya tidak statis, sebagaimana dihayati oleh umumnya orang selama ini, tetapi dinamis, sehingga menimbulkan motivasi dan kegairahan hidup. Dengan kondisi iman seperti ini, maka orang akan selalu terdorong untuk berbuat baik dan menghindari perbuatan buruk.
Selanjutnya dengan iman yang demikian pula perbuatan baik akan terasa menyenangkan, dan sebaliknya perbuatan buruk membawa kegelisahan dan kesengsaraan. Kemudian dengan kondisi iman seperti itu orang tidak akan kecewa bila usahanya tidak mencapai hasil yang diharapkan, karena percaya bahwa Allah SWT akan memberikan yang lebih baik. Hanya saja mungkin usaha itu memerlukan kerja yang lebih keras, keterampilan yang lebih baik dan cara kerja yang lebih disiplin.
Jelaslah bahwa iman menenangkan hati dan pikiran, sehingga membawa kebahagiaan, kedamaian, dan kesehatan lahir dan batin dalam kehidupan diri, keluarga, dan masyarakat. Iman seperti inilah yang perlu kita usahakan, dan mudah-mudahan buku ini dapat membantu untuk keperluan itu.